regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

Kejang Karena Epilepsi Sering Dikira Kesurupan

Artikel tanggal : 14/06/2012

Epilepsi merupakan gangguan saraf yang terjadi karena otak kelebihan muatan listrik. Namun karena kurangnya informasi, kejang karena epilepsi sering disalahartikan sebagai gangguan jiwa atau kesurupan.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), epilepsi menyerang 1 persen penduduk dunia. Apabila Indonesia berpenduduk 240 juta, maka jumlah keseluruhan penyandang epilepsi (PE) di Indonesia adalah 2,4 juta.

Sayangnya, di Indonesia banyak penyandang epilepsi yang tidak dilaporkan dan tidak mendapatkan pengobatan.

"Bangkitan epilepsi sering disalahartikan dengan gangguan jiwa. Lagi goyang-goyang (kejang) gitu sering disebut wong gendeng (orang gila) terus dibawa ke RS Jiwa, padahal epilepsi," jelas Dr Kurnia Kusumastuti, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi (Pokdi) Epilepsi, dalam acara Seminar Media 'Tatalaksana yang tepat sangat diperlukan untuk mengontrol serangan pada Penyandang Epilepsi (PE) wanita dan anak' di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Dr Kurnia menegaskan bahwa epilepsi hanyalah penyakit biasa karena adanya aktivitas listrik otak yang abnormal dan berlebihan, bukan penyakit kutukan, gangguan jiwa, kerusupan atau penyakit menular.

"Bangkitan itu bukan karena gangguan jiwa, bukan kutukan, hanya muatan listrik otak yang berlebihan. Istilahnya listrik otak konslet," lanjut dokter lulusan FK UNAIR, Surabaya ini.

"Dulu waktu saya inpres di Probolinggo, kalau ada orang epilepsi dibawanya ke dukun, dikira kesurupan. Karena disana memang belum tahu dan tidak ada dokter," tambah Dr Kurnia.

Epilepsi bisa terjadi pada siapa pun, anak-anak, orang dewasa, orang lanjut usia, bayi baru lahir, bahkan bayi yang belum dilahirkan sekalipun. Masalah pada kehamilan bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusakan otak janin, yang membuatnya menyandang epilepsi sejak pertama kali dilahirkan.

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan epilepsi, seperti trauma pada kepala (misal kecelakaan), infeksi otak, gangguan pada saraf otak, stroke, hipoksia (kurangnya oksigen otak), perdarahan otak.

sumber : http://health.detik.com/read/2012/06/14/150618/1941461/763/kejang-karena-epilepsi-sering-dikira-kesurupan?l1101755hl
Program Penjualan Sederhana  :
> Download Program Penjualan Sederhana

Tidak ada komentar: