regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

Bertarung Demi Rupiah, Gengsi dan Prestasi

Artikel tanggal : 13/06/2012

Gemuruh dukungan para pecinta bulutangkis Indonesia sudah menggema di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, sejak hari pertama bergulirnya Djarum Indonesia Open Super Series Premier, Selasa 12 Juni 2012. Dukungan mereka senantiasa mengiringi perjuangan para atlet Merah Putih untuk meraih prestasi terbaik di rumah sendiri.

Tentunya, publik Tanah Air begitu rindu menyaksikan para Arjuna dan Srikandi bertengger di podium juara even tahunan ini. Wajar saja karena kali terakhir pada 2008 lalu Sony Dwi Kuncoro merajai partai tunggal putra dan pasangan Vita Marissa/Liliyana Natsir menjadi yang terbaik di sektor ganda putri.

Ajang Indonesia Open tahun ini juga diharapkan menjadi titik balik kebangkitan prestasi bulutangkis Indonesia, terlebih seusai kegagalan di turnamen beregu paling bergengsi, Piala Thomas dan Uber di Wuhan, China, pada Mei 2012. Baik tim putra maupun putri kandas di babak perempat final lantaran takluk dari Jepang.

Akankah kita rela membiarkan total hadiah US$650 ribu, atau setara Rp6,1 miliar, melayang lagi dan jatuh ke tangan para pebulutangkis negara lain? Tidak pastinya. Para atlet kebanggaan Indonesia tentu pantang menyerah untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Merah Putih. Begitu juga segenap masyarakat Republik ini yang tak hentinya memberi suntikan semangat.

Rumah dan mobil mewah
Hadiah pada 2012 ini telah dinaikkan sebesar US$50 ribu dari tahun lalu. Jumlah ini merupakan tertinggi kedua setelah Korea Open Super Series yang menyediakan total hadiah US$1 juta. Sah sajakah jika nominal tersebut menjadi salah satu motivasi para pemain untuk mengukir prestasi?

“Hadiah tentu akan sangat memotivasi. Sekali menang bisa beli rumah dan mobil mewah. Saya juga pasti termotivasi kalau masih jadi pemain,” ujar mantan pebulutangkis Indonesia yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Menpora Bidang Olahraga, Ivana Lie, kepada VIVAnews pada pekan lalu.

Senada dengan Ivana, Kasubid Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata juga menyayangkan kegagalan Merah Putih tahun lalu. Sebab, tak satu pun pebulutangkis nasional merengkuh hadiah tertinggi di podium juara.

“Sayang, uang begitu besar direbut negara lain. Semoga para atlet kita belajar dari kegagalan tahun lalu,” imbuh pelatih yang akrab disapa Koh Chris ini.

sumber : http://sport.vivanews.com/news/read/324540-bertarung-demi-rupiah--gengsi-dan-prestasi
Program Penjualan Sederhana  :
> Download Program Penjualan Sederhana

Tidak ada komentar: