regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

Obati Penyakit dengan Sport Therapy

Artikel tanggal : 12/05/2012

PENYAKIT tak melulu harus disembuhkan dengan obat. Ada cara lain yang lebih mudah dan menyehatkan, yaitu sport therapy.

Bukan Sekadar Olahraga Biasa

Sport therapy merupakan program pengobatan menggunakan olahraga terukur –denyut jantung, kadar lemak, dll - untuk meningkatkan kesehatan dan membantu proses penyembuhan penyakit. Misal; obesitas, hipertensi, kolesterol, diabetes, skoliosis, osteoporosis, osteoarthitis, asma, dll.

Dalam sport therapy, yang menjadi “obat” ialah olahraga itu sendiri, maka latihannya pun harus mendapat perlakuan yang sama seperti penggunaan obat pada umumnya, di mana masing-masing memiliki kegunaan dan dosis yang berbeda. Ingat, tujuan sport therapy memperbaiki kesehatan, bukan sekadar mencari keringat atau mencapai prestasi dalam olahraga.

Latihan sport therapy disesuaikan dengan tingkat kemampuan diri si pelaku. Jika latihan telah dirasa melampaui batas kemampuannya maka ia boleh mengurangi intensitas latihannya. Dengan begitu, pelaku dapat mencegah timbulnya efek samping atau keluhan yang berhubungan dengan penyakit yang diderita sebelumnya. Seperti terjadi serangan jantung akibat terlalu lelah berolahraga. Hebatnya lagi, sport therapy dapat dilakukan tanpa menggunakan alat apapun. Obat yang mudah dan murah bukan? Berikut ini penjelasan lengkap dari dr. Michael Triangto, SpKO, Sports Medicine Specialist
Slim & Health Sports Therapy, Jakarta.

Tetapkan Tujuan

Tentukan program dan tujuan yang jelas sebelum melakukan sport therapy. Ingin menurunkan berat badan, contohnya. Ada beberapa gerakan untuk meningkatkan pembakaran lemak di area tertentu dan mengencangkan otot tubuh.

Untuk memperbaiki kelainan tulang seperti skoliosis (perubahan bentuk tulang belakang), dilakukan gerakan asimetris - menguatkan otot. Sedangkan pengobatan asma lebih banyak gerakan di sekitar otot dada dan paru-paru.

Langkah-langkah
- Tentukan tujuan latihan.

- Buat beberapa parameter untuk dijadikan acuan dalam menilai sejauh mana keberhasilan latihan dapat tercapai. Misal, denyut nadi istirahat lebih rendah, tekanan darah lebih stabil, ataupun kolesterol darah yang lebih baik. Setelah mampu menghitung denyut nadi istirahat maka kita dapat menentukan batasan denyut nadi latihan yang sudah disesuaikan dengan tujuan awal yang ditentukan.

- Jika semua sudah dipenuhi, pilih jenis latihan sport therapy. Bagi pemula pilih latihan aerobik seperti jalan cepat. Bagi yang sudah teratur berolahraga, pilih joging atau lari. Bagi yang memiliki masalah persendian atau dalam proses penyembuhan cedera, sepeda statis atau berenang dapat menjadi pilihan.

Sedangkan untuk perbaikan kondisi osteoporosis tetap menggunakan aerobik yang melibatkan benturan pada daerah tulang-tulang panjang, seperti jalan cepat sambil membawa beban di tangan atau pergelangan kaki. Lakukan secara berkesinambungan dalam jangka panjang untuk hasil maksimal. Lakukan latihan minimal tiga kali sepekan selama 30 - 60 menit.

sumber : http://health.okezone.com/read/2012/05/11/483/628193/obati-penyakit-dengan-sport-therapy
Program Penjualan Sederhana  :
> Download Program Penjualan Sederhana

Tidak ada komentar: