regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

Iklan di Jejaring Sosial Tak Efektif?

Artikel tanggal : 20/05/2012

Jakarta – Jejaring sosial, terutama Facebook, memiliki jumlah anggota yang luar biasa banyak. Namun, siapa sangka, media ini menjadi media yang buruk untuk beriklan.

General Motors (GM) baru saja menyatakan berhenti beriklan di Facebook, bahkan di saat jejaring sosial ini bersiap-siap untuk IPO. Produsen mobil ini menolak memberi alasan berhenti beriklan di Facebook. Sumber yang dekat dengan perusahaan ini mengatakan, eksekutif pemasaran menyatakan, iklan Facebook hanya berpengaruh kecil pada konsumen.

Keputusan GM bisa saja menjadi pengecualian di dunia periklanan. Namun hal ini menandai keretakan pertama yang terlihat nyata dalam strategi Facebook, kata analis internet dan media Brian Wieser di Pivotal Research Group.

“Ini menyoroti risiko model bisnis Facebook yang secara keseluruhan bukan hal yang pasti. Model ini memang tampak menjadi salah satu properti media iklan penting namun hal ini belum pasti karena akan ada pemasar yang ditantang untuk membuktikan efektivitas pemasaran kendaraan,” paparnya.

Facebook yang didirikan delapan tahun lalu oleh Mark Zuckerberg di kamar asrama Harvard-nya diharapkan akan mulai beraksi di Nasdaq. Jejaring sosial terbesar dunia ini menaikkan kisaran harga IPO (penawaran saham perdana) yang berpotensi mencapai lebih dari US$100 miliar (Rp924,3 triliun).
Seorang eksekutif dari perusahaan produk konsumen besar lain yang tak mau disebut namanya mengatakan, masalah dengan iklan di Facebook adalah, tak seorang pun benar-benar tahu apakah iklan ini benar-benar bisa berhasil dibanding media tradisional dan apakah sebanding dengan nilai uang yang dikeluarkan.
“Apakah ini hanya obyek baru yang mengkilap ataukah suatu proposisi nilai nyata?” simpulnya pada Reuters. GM sendiri mengaku, pihaknya masih akan membuat laman Facebook yang jelas gratis untuk memasarkan kendaraannya.

Perusahaan ini tak membayar apa pun pada Facebook untuk laman yang membuat perusahaan ini bisa menjangkau konsumen secara langsung. GM mengaku, pihaknya secara berkala mengkaji cara menghabiskan anggaran pemasaran dan menyesuaikan pendekatannya sesuai kebutuhan.
“Bukan hal aneh bagi kami untuk mengalihkan pengeluaran di berbagai media, terutama dengan pertumbuhan beberapa outlet media sosial dan digital. Dalam hal Facebook, saat ini kami tak berencana untuk terus beriklan namun kami tetap berkomitmen memasarkan produk melalui jejaring sosial ini karena Facebook menjadi alat yang sangat efektif untuk terlibat dengan pelanggan kami,” kata GM.
Menurut Wall Street Journal, GM menghabiskan sekitar US$40 juta (Rp370 miliar) untuk beriklan di Facebook namun hanya kembali sekitar US$10 juta (Rp92,4 miliar). Sisa anggaran meliputi penciptaan konten, biro iklan dan media yang terlibat.

Menurut firma pelacak iklan Kantar Media, di Amerika Serikat (AS), GM menjadi pengiklan terbesar ketiga di belakang Procter & Gamble Co dan AT&T Inc yang telah menghabiskan US$1,11 miliar (Rp10,23 triliun) untuk iklan tahun lalu.
Meski begitu, GM mengaku tetap berkomitmen untuk Facebook dalam memasarkan kendaraannya. Misalnya, laman Facebook untuk mobil Chevrolet Sonic telah mendapat lebih dari 423.000 ‘likes’.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1862645/iklan-di-jejaring-sosial-tak-efektif
Program Penjualan Sederhana  :
> Download Program Penjualan Sederhana

Tidak ada komentar: