regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

Mudah Tersinggung? Mungkin Mengalami Gangguan Bipolar

Artikel tanggal : 26/04/2012

PRIBADI yang mudah tersinggung, pemarah, dan tak mau mengalah mungkin mengalami gangguan bipolar. Penderita gangguan itu berisiko merusak diri dan berakhir dengan kematian akibat bunuh diri. Lalu, bisakah gangguan itu dikendalikan?

Bukan dewasa saja, gangguan itu pun bisa terjadi pada anak-anak. Namun diagnosanya didapat saat ia beranjak dewasa.

Pasien bipolar biasanya tak dapat mengekspresikan perasaannya. Gangguan itu kronis ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem.

"Jika anak berperilaku tidak seperti anak-anak lain pada umumnya, terlihat mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem, mungkin bukan sekadar kenakalan biasa. Sebaiknya orangtua cepat tanggap dan membawanya ke psikiater," kata Prof Dr dr Tuti Wahmurti A. Sapiie, SpKJ (K),Perwakilan Majelis Kehormatan PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kejiwaan Indonesia) dalam seminar media "Gangguan Bipolar: Dapatkah Dikendalikan" di Jakarta.

Tuti menegaskan keterlambatan diagnosis bisa berdampak pada meningkatnya risiko bunuh diri, terganggunya hubungan dan perilaku yang berbahaya. Sayangnya, penyebab gangguan itu belum diketahui secara pasti.

Para ahli berpendapat ada berbagai macam faktor penyebabnya yang mencakup faktor genetik, biologi otak, pengalaman hidup dan stres dari lingkungan. Faktor genetik sendiri menyumbang 79 persen kerentanan terhadap munculnya gangguan bipolar.

Tuti menambahkan kerentanan tersebut sifatnya potensial dan tidak selalu memicu gangguan bipolar. "Namun jika individunya kurang memiliki kemampuan dalam mengelola stres, adanya faktor genetik ini akan ikut meningkatkan risiko munculnya gangguan bipolar," ujarnya.

Penderita gangguan bipolar mengalami kekacauan dalam sirkuit neurotransmisi di otaknya. Beberapa zat kimia seperti neuroepinefrin, dopamin dan serotonin kurang terkonrol dengan baik. "Apabila terjadi tekanan stres, regulasi otak yang kacau ini akhirnya menyebabkan gangguan," imbuhnya.

Sejumlah kebiasaan buruk yang dilakukan anak juga berisiko mencederai perkembangan otak, antara lain karena terpapar oleh zat-zat yang sering disalahgunakan seperti alkohol dan obat-obat terlarang, menonton televisi secara berlebihan sehingga membuat anak-anak kurang menggunakan tubuhnya dengan baik dan tidak mempelajari ketrampilan sosial, menonton atau menyaksikan adegan kekerasan, sebab dapat menyebabkan hilangnya rasa sakit, kasih sayang dan cenderung menyakiti diri sendiri.

Untuk mengetahui kemungkinan gangguan bipolar, membutuhkan diagnosis yang detil dan cukup lama oleh dokter jiwa. Tampilan gejala yang bervariasi dan tumpang tindih dengan gejala gangguan jiwa lain sering kali menyebabkan misdiagnosis terhadap gangguan bipolar. "Sering kali terjadi gangguan penyerta pada penyakit ini. Untuk itu kejelian dokter dibutuhkan dalam memahami dan melakukan deteksi dini pada pasien," kata dr Handoko Daeng, SpKJ (K), Ketua Seksi Bipolar Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dalam kesempatan yang sama.

Biasanya, dokter menggunakan kuesioner yang disebut Mood Disorder Questionaire untuk mengetahui adanya kemungkinan gangguan bipolar.

Dr Ayu Agung Kusumawardani, SpKJ (K), kepala departemen psikiatri RSCM, memaparkan seseorang mungkin memiliki gangguan bipolar apabila memenuhi 3 kriteria atau lebih seperti disebutkan di bawah ini:

1. Mengalami depresi berat
2. Gagal dalam perkawinan
3. Gagal merespon pengobatan anti depresan
4. Menjalani profesi yang berbeda-beda
5. Saudara kandung memiliki gangguan mood
6. Menyalahgunakan zat
7. Sulit mengontrol dorongan
8. Menjalin banyak hubungan percintaan
9. Memiliki beberapa jenis pekerjaan
10. Didiagnosis megalami gangguan histrionik, psikotik dan borderline
11. Suka warna merah.

Jadi tak ada salahnya mengenal lebih jauh atau bahkan memeriksakan anak Anda ke dokter terkait untuk meredakan gangguan bipolar.

sumber : http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/04/26/89277/Mudah-Tersinggung?-Mungkin-Mengalami-Gangguan-Bipolar/11
Program Penjualan Sederhana  :
> Download Program Penjualan Sederhana

Tidak ada komentar: