regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

Ini Risiko tak Tidur Semalaman

Artikel tanggal : 12/04/2012

Mengupas tentang tidur tak akan ada habisnya. Kegiatan isitirahat di malam hari itu memang memiliki banyak kaitan dengan berbagai kondisi kesehatan. Saat ini kebanyakan orang mengeluh tak bisa tidur semalaman atau bahkan sengaja tidak tidur semalaman karena ingin mengerjakan sesuatu, bermain game, atau sekedar berbincang dengan kerabat.

Padahal, risiko tidak tidur semalaman cukup berbahaya bagi kesehatan manusia. Inilah kenapa orang harus tidur cukup. Tidak tidur semalaman dapat menyebabkan resistensi insulin, komponen dari diabetes tipe 2. Dalam studi terbaru, peneliti melibatkan sembilan orang sehat yang sensitivitas insulinnya diukur setelah tidur normal semalam (sekitar delapan jam), dan setelah tidur empat jam dalam semalam.

Menurut dr. Esther Donga dari Leiden University Medical Center di Belanda, data yang mereka hasilkan menunjukkan, sensitivitas insulin tidak tetap pada orang yang sehat. Namun, insulin tergantung pada durasi tidur di malam sebelumnya. Bahkan, menurut Dongan, sangat mudah berspekulasi bahwa efek negatif dari tidur singkat beberapa malam terhadap toleransi glukosa bisa disamakan, setidaknya sebagian, yaitu dengan hanya semalam tak bisa tidur.

Dari fakta itu, tercermin, disarankan Anda memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk tidur cukup di malam hari agar tidak terjadi resistensi terhadap insulin. "Tidur dalam durasi yang cukup singkat terjadi dalam masyarakat Barat pada dekade lalu dan secara simultan. Ini yang memicu terjadinya peningkatan prevalensi resistensi insulin dan diabetes tipe 2," ujar Donga.

Menurut Donga, terjadinya peningkatan tidur singkat dan prevalensi diabetes tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Hasil studi ini menunjukkan, tidur singkat di malam hari memiliki efek lebih besar pada pengaturan metabolis dari perkiraan sebelumnya.

Untuk itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah pengobatan yang dapat memulihkan durasi tidur dapat membantu menstabilkan kadar glukosa pada penderita diabetes. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam  Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism.


sumber : http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/04/12/88390/Ini-Risiko-tak-Tidur-Semalaman/11
Program Penjualan Sederhana  :
> Download Program Penjualan Sederhana

Tidak ada komentar: