regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

BBM Murah, Masyarakat Jadi Manja

Artikel tanggal : 24/04/2012

Pemerintah harus tegas membatasi subsidi energi yang terus membengkak hampir Rp200 triliun per tahun. Sebab, tingginya subsidi ini akan membuat beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tidak sehat. Apalagi, beban subsidi yang hampir seperlima APBN ini lebih banyak tak tepat sasaran.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, pemerintah harus memperbaiki transportasi publik, sehingga orang mau berpindah ke angkutan massal.

Dia mengatakan, akar masalah kisruh bahan bakar minyak tak lain karena buruknya transportasi publik, sehingga masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi. Apalagi bahan bakar di Indonesia sangat murah karena masih disubsidi.

"Selama ini masyarakat manja dan keenakan dengan harga bahan bakar yang murah," kata dia melalui pesan singkat kepada VIVAnews, Selasa 23 Maret 2012.

Karena lama menggunakan BBM yang murah ini, sesekali naik, masyarakat ribut dan bergejolak. Indonesia harus belajar dengan India dan China yang sama-sama berpenduduk banyak. Mereka telah memprioritaskan transportasi publik, dan menggalakkan penggunaan kendaraan gas atau listrik.

"Hindari ketergantungan BBM yang akan habis dan mahal harganya," kata Dosen Unika Soegijapranata Semarang ini.

Pejabat pemerintah jangan segan mengeluarkan program angkutan massal demi hemat energi, hemat APBN, dan demi mengurangi kerusakan lingkungan.

Ekonom The Indonesia Economic Intelligence Sunarsip berpendapat pemerintah labil dalam mengambil kebijakan pembatasan atau pengendalian harga BBM bersubsidi.

Kata dia, pembatasan BBM bersubsidi sebetulnya telah diatur dalam UU APBN-P tahun 2010, namun tidak pernah direalisasikan. Pemerintah justru kembali berencana menaikkan harga BBM pada 2012, dan akhirnya dimentahkan Dewan Perwakilan Rakyat. Dan kini, pembatasan BBM kembali dikaji. Bensin bersubsidi hanya boleh dipakai oleh kendaraan bermesin di bawah 1.500 cc.

“Semestinya pembatasan BBM sejak 2010 sudah bisa diberlakukan. Tapi dengan adanya isu kenaikan BBM, wacana ini malah hilang lagi. Ini masalah konsistensi,” ujar Sunarsip.

sumber : http://bisnis.vivanews.com/news/read/307206-bbm-murah--masyarakat-jadi-manja
Program Penjualan Sederhana  :
> Download Program Penjualan Sederhana

Tidak ada komentar: