regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

SBY: Jujur, Pemberantasan Korupsi itu Tantangan Berat

Berita tanggal : 14/02/2012

JAKARTA -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui pemberantasan korupsi di Indonesia tidaklah perkara yang mudah. Pemberantasan korupsi di negeri ini menjadi agenda sekaligus tantangan berat bagi pemerintah khususnya penegak hukum.

"Saya harus jujur mengakui bahwa pemberantasan korupsi di negeri ini merupakan agenda dan tantangan yang berat," demikian diakui SBY, saat tanya jawab dengan wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2/2012).

Tahun-tahun terakhir, ditegaskannya, pemerintah telah berupaya sekuat tenaga. Banyak pihak menilai termasuk lembaga internasional atas capaian-capaian konkrit pemerintah ini. Banyak hal positif telah dicapai. Tapi memang juga ada hal-hal yang belum diatasi dengan baik.

Dan diakui pemberantasan korupsi masih menjadi masalah dan mejadi Pekerjaan Rumah (PR).

Dan kembali disampaikan SBY, pemberantasan korupsi adalah tantangan utama di Indonesia kini dan mendatang. "Saya harus mengakui dengan jujur ini tantangan utama di Indonesia sekarang dan di tahun-tahun mendatang," jelasnya.

Memang, imbuhnya, selama 7 tahun terakhir ini karena pemerintah dan penegak hukum sangat agresif dalam memberantas korpsi, maka bisa menjaring banyak lagi para koruptor.

Lebih lanjut, SBY meminta agar untuk mengukur keberhasilan pemberantasan korupsi jangan diukur berapa banyak pihak-pihak yang mendapat proses hukum.

Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) berdasarkan Laporan Tren Penegakan Kasus Korupsi tahun 2011 menyebutkan aparat Penegak Hukum (APH) seperti kepolisian, kejaksaan, dan KPK dinilai masih lebih banyak terjebak pada pengungkapan kasus korupsi kelas teri yang dilakukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemda, pemkot, pemprov, dan pemerintah pusat. Dari 15 besar tersangka korupsi yang ditetapkan oleh APH, jumlah terbanyak berada di kalangan PNS.

ICW menambahkan, berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) semester 1 tahun 2011, kasus-kasus korupsi yang banyak ditangani tidak banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya yakni adanya belanja atau pengadaan barang atau jasa yang fiktif, rekanan tidak menyelesaikan pekerjaan, kekurangan volume pekerjaan, kelebihan pembayaran, atau penggelembungan harga (mark up) yang dilakukan oleh PNS dari berbagai level pemerintahan.

Tersangka berlatar belakang pegawai negeri menempati urutan teratas dengan jumlah orang yang ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 239 orang. Diikuti oleh direktur atau pimpinan perusahaan swasta dengan 139 orang tersangka dan anggota DPR/DPRD dengan jumlah 99 orang.

Meski menurun, tingginya tersangka korupsi dengan latar belakang PNS konsisten dengan tahun 2010. Laporan ICW ini mengkonfirmasi penelusuran PPATK tentang maraknya rekening gendut PNS muda di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan, kebijakan regenerasi dalam kerangka reformasi birokrasi ternyata belum efektif mereduksi berbagai bentuk atau perilaku korupsi yang dilakukan para PNS.

ICW merekomendasikan agar APH mulai menyusun desain, strategi, dan prioritas utama dalam penanganan kasus-kasus korupsi di sektor terbesar penerimaan negara seperti pajak, migas, dan menegakkan hukum pada lembaga negara yang terbesar belanja keuangannya. Selain itu, APH juga harus mulai menggunakan berbagai macam pasal dalam UU Tipikor yang beragam untuk menangani kasus-kasus korupsi yang terjadi.

Jika APH hanya fokus pada penggunaan pasal 2 dan 3 yang berhubungan erat dengan praktik pengadaan barang atau jasa, maka semestinya kasus korupsi yang ditangani bisa lebih beragam jika berbagai macam pasal korupsi dalam UU Tipikor digunakan secara efektif, termasuk pasal suap.

sumber : http://www.tribunnews.com/2012/02/14/sby-jujur-pemberantasan-korupsi-itu-tantangan-berat
Sponsor :
> Download Program Penjualan Sederhana
Belanja Hemat : 
- Keran Murah Berkualitas

- Obral Buku Murah
- Belanja Hemat Asesoris Komputer & Elektronik

Tidak ada komentar: