regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

Teroris Punya Tiga Modal

Berita tanggal : 18/11/2011

Semarang - Teroris di Indonesia, khususnya kelompok Islam garis keras, punya tiga modal untuk menanamkan ideologi dan menggerakkan jaringannya.
Ketiga modal itu adalah dalil Alquran maupun hadist, lalu merumuskan musuh besar, dan memakai bahasa yang jelas dan tegas dengan lisan yang fasih.
Dengan tiga modal itu, teroris selalu mengampanyekan pihaknya sebagai orang yang membela agama, membela Tuhan, dan melawan musuh besar itu.
Musuh yang diidentifikasi itu, dan semua pihak yang dianggap satu barisan dengan si musuh, wajib diserang dengan cara apapun.
Demikian disampaikan tokoh muda NU Ulil Abshar Abdalla dalam Seminar Nasional Deradikalisasi Paham Keagamaan Melalui Perguruan Tinggi Agama Islam, yang digelar di Aula Kampus I IAIN Walisongo Semarang, Kamis (17/11/2011).
Acara dihadiri ratusan mahasiswa perguruan tinggi Islam se-Jawa Tengah, sejumlah dosen dan utusan ormas keagamaan.
Ulil yang pernah lolos dari target pembunuhan teroris dengan bom buku mengatakan, perguruan tinggi Islam dan para intelektualnya harus bisa berperan memberantas teroris dengan ilmu.
“Teroris itu punya doktrin ideologi yang kuat. Maka kita harus bisa mematahkan argumen mereka. Mereka adalah lawan debat kelas berat, maka kita harus lebih pintar dari teroris. Persediaan dalil dan logika kita harus mantap,” tutur menantu Wakil Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Bisri ini.
Mantan Ketua Jaringan Islam Liberal ini menambahkan, radikalisme mudah masuk ke kampus karena penyebarnya merangkul anak muda dengan menyentuh emosi mereka, yaitu mengajarkan permusuhan.
“Mengajak memusuhi tentu lebih gampang bisa merekrut anak muda daripada mengajak menyayangi. Itulah pola teroris. Jadi, kita yang cinta damai ini punya lawan yang berat. Maka harus kuat menghadapi mereka,” jelas Ulil yang kini jadi fungsionaris DPP Partai Demokrat.
Pembicara lain, Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme(BNPT)Irfan Idris memaparkan, pihaknya telah memiliki peta radikalisme di kampus negeri maupun swasta.
Di Jateng, daerah merah adalah Solo Raya. Mahasiswa di Solo Raya, kata dia, sudah banyak yang dibina taroris dan melalui gerakan radikal dengan pintu masuk organisasi dakwah.
Pihaknya telah membuat program pendirian pusat deradikalisasi di kampus-kampus di Indonesia.
Sementara budayawan Prie GS yang menjadi pembicara terakhir, mengulas budaya kekerasan yang merasuk di ruang batin masyarakat Indonesia.
Kurangnya rasa kasihan dan mudahnya mengamuk, kata Prie, sangat berbahaya jika ditumpangi ideologi radikal berlabel agama. Karena itu ia mengajak orang-orang yang masih waras untuk ndandani peradaban Indonesia. [mor]

sumber : http://sindikasi.inilah.com/read/detail/1797781/teroris-punya-tiga-modal
Sponsor :
> Download Program Penjualan Sederhana

Tidak ada komentar: