regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

Bikin Akte Kelahiran Dipungli Rp200 Ribu

Berita tanggal : 09/11/2011

CAKUNG  – Pungutan liar (pungli) untuk mengurus akte kelahiran terjadi di Kantor Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Timur. Tak tanggung-tanggung, biaya yang dipungut oleh oknum pegawai Sudin Dukcapil tersebut mencapai Rp200 ribu.
Kasus tersebut terjadi pada Adnan (bukan nama sebenarnya), 30, salah seorang warga Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. “Kejadiannya sekitar 6 bulan lalu. Adalah mertua saya yang dimintai Rp200 ribu untukmengurusi akte kelahiran kedua putri kembar saya,” katanya, kepada Pos Kota, Selasa (8/11). Sayangnya, dia tidak dapat menyebutkan siapa nama
oknum pegawai tersebut.
Meski sudah memberikan uang sebesar Rp200 ribu, lanjut Adnan, bukan berarti akte kelahirannya bisa terbit dengan cepat dan tepat. Akte kelahiran kedua putri kembarnya itu baru bisa terbit sebulan kemudan. “Itu pun ada salah pengetikan nama,” paparnya.
Alhasil, untuk meralat pengetikan nama pada akte kelahiran tersebut, dirinya harus balik lagi ke kantor Sudin Dukcapil Jaktim, di lantai 14 gedung Blok C kantor Walikota Jakarta Timur. Namun, karena agak trauma dengan pungli, ia pun meminta tolong kepada Mubarak, 28, kawannya yang juga bekerja di lingkungan Pemkot Jaktim.
Ternyata, kawannya tersebut juga dimintai sejumlah uang saat meralat akte itu. Mubarak yang bekerja sebagai karyawan di salah satu Sudin Pemkot Jaktim itu, membeberkan, dirinya harus memberikan uang sebesar Rp25 ribu, agar proses akte kelahiran putri kembar kawannya itu bisa selesai dengan mudah dan cepat.
“Padahal saya hanya mengurus akte lahir yang salah ketik nama, eh malah diminta uang ketik. Mereka nggak menentukan jumlah, tapi mintanya secara terang-terangan,” ujar Mubarak.
Menanggapi hal itu, Kasudin Dukcapil Jaktim, Hamdi Husein, mengatakan, hendaknya warga tidak perlu memberi sejumlah uang pada pegawainya yang meminta-minta. Karena sesungguhnya tidak ada biaya pengurusan akte lahir, alias gratis. Kecuali bila kepengurusan akte lahir terlambat empat bulan setelah hari kelahiran, ada biaya denda sebesar Rp10 ribu.
“Jika ada petugas saya yang meminta secara paksa, laporkan saja ke kantor Sudin Dukcapil dan pastinya akan diberikan tindakan tegas. Saya akan menelusuri kasus ini dan menindak oknum pegawai yang memungut ke masyarakat,” janjinya. (yulian/b)

sumber :  http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/11/09/bikin-akte-kelahiran-dipungli-rp200-ribu
Sponsor :
> Download Program Penjualan Sederhana

Tidak ada komentar: