regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

Tertusuk Paku, Takut Anak Kena Tetanus

Berita Tanggal : 03/10/2011


Konsultasti di jawab oleh dr Samsuridjal Djauzi
Anak laki-laki saya, berumur 11 tahun, tertusuk paku ketika bermain bola. Luka tak dalam dan perdarahan juga sedikit. Saya amat khawatir dia terkena tetanus. Karena itu, saya segera membawanya ke rumah sakit. Dia mendapat pertolongan dan saya ditanya apakah anak saya mendapat vaksinasi DPT secara lengkap. Seingat saya, dia mendapat vaksinasi DPT lengkap oleh dokter anak sebanyak empat kali, yaitu pada usia 2, 4, 6, dan 18 bulan. Vaksinasi DPT masih diulang satu kali lagi ketika dia akan masuk sekolah, usia sekitar lima tahun.
Anak saya mendapat perawatan luka dan antibiotik, kemudian diperbolehkan pulang. Sampai saat ini, dia baik-baik saja. Apakah penyakit tetanus masih sering ditemukan di Indonesia? Berapa lama masa inkubasi penyakit ini?
Saya punya teman yang mengalami tetanus sekitar 30 tahun lalu. Dia meninggal di rumah sakit. Apa yang dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga seperti saya agar keluarga saya terhindar dari penyakit tetanus? Apakah dengan vaksinasi saja sudah cukup?
(F di J) Jawaban
Penyakit tetanus masih sering ditemukan di negeri kita, termasuk tetanus pada bayi baru lahir (tetanus neonatorum) yang dapat menyebabkan kematian bayi. Karena itulah, pemerintah berusaha menurunkan angka kejadian penyakit tetanus dengan memasukkan tetanus ke dalam program imunisasi pada anak.
Anak Indonesia mendapat imunisasi lima lengkap, yaitu BCG (mencegah tuberkulosis), hepatitis B, DTP (difteria, tetanus, pertusis), poliomielitis, dan campak. Vaksinasi ini
dapat diperoleh di layanan pemerintah ataupun layanan swasta (dokter praktik).
Selain air minum bersih, vaksinasi merupakan cara yang bermanfaat untuk mencegah penularan penyakit menular. Setiap tahun, sekitar 2,5 juta anak dapat diselamatkan dari kematian dengan imunisasi. Kita perlu memanfaatkan program imunisasi anak yang disediakan pemerintah. Untuk mencegah terjadinya tetanus pada bayi baru lahir, pemerintah juga menyediakan vaksinasi bagi calon ibu. Setiap calon pengantin perempuan diwajibkan mendapat vaksinasi tetanus.
Penyakit tetanus disebabkan oleh kuman Clostridium tetani. Kuman ini hidup dalam bentuk spora di tanah dan tinja binatang. Kuman ini dapat bertahan lama dalam lingkungan yang tak mengandung oksigen. Kuman ini memproduksi toksin dan toksin inilah yang menimbulkan gejala penyakit pada penderita. Toksin tetanus dapat berikatan dengan susunan saraf pusat, memengaruhi susunan saraf dengan melakukan hambatan pada impuls saraf. Masa inkubasi penyakit ini sekitar delapan hari.
Gejala penyakit dapat berupa mulut terkunci (sukar dibuka), kesulitan menelan, kaku otot, dan spasmus. Spasmus dapat berlangsung 3-4 minggu. Jika penderita tetanus sembuh, pemulihan dapat berjalan lama, beberapa bulan. Bayi yang lahir dari ibu yang tak punya kekebalan terhadap tetanus (belum menjalani vaksinasi) berisiko tertular tetanus. Apalagi di negara yang sedang berkembang, pertolongan persalinan, termasuk pemotongan tali pusat, masih ada yang dilakukan secara tradisional (dengan bambu) yang mungkin tercemar kuman tetanus.
Kontak kuman
Setiap tahun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada sekitar 250.000 kematian pada bayi baru lahir karena tetanus. Dalam kehidupan kita, besar kemungkinan kita berkontak dengan kuman tetanus. Kuman tetanus akan masuk tubuh melalui luka. Namun, kekebalan tubuh kita terhadap tetanus akan dapat melindungi diri kita dari penyakit tetanus.
Di samping pembersihan luka, yang amat penting adalah kita telah menjalani vaksinasi tetanus secara lengkap, minimal tiga kali divaksinasi. Vaksinasi tetanus yang lengkap seperti anak Anda merupakan cara terbaik melindungi diri dari penyakit tetanus, di samping tentu berusaha untuk hidup bersih dan mencegah kecelakaan yang menimbulkan luka. Kulit tak utuh yang dapat dimasuki kuman tetanus dapat berupa luka tusuk dan luka lecet. Jangan lupa, penggunaan jarum suntik pada remaja yang menggunakan narkoba suntikan juga berisiko menyebabkan tetanus karena biasanya jarum yang digunakan tidak steril sehingga dapat tertular kuman tetanus. Setiap 10 tahun sekali, vaksinasi tetanus ini perlu diulang. Efektivitas vaksinasi tetanus amat tinggi, hampir 100 persen.
Di negara yang program imunisasinya berjalan baik, kasus tetanus telah menurun tajam. Di Amerika Serikat, misalnya, sudah jarang ditemukan kasus tetanus. Kita berharap ke depan kasus tetanus di negeri kita juga semakin berkurang. Selain itu, perlu diperhatikan, pada usia lanjut pun dapat terjadi tetanus. Bahkan, laporan akhir-akhir ini menunjukkan, kasus tetanus pada orang berusia lanjut cenderung meningkat. Jadi, vaksinasi ulangan perlu dilakukan setiap 10 tahun sampai berusia lanjut. Riwayat vaksinasi perlu dicatat dengan baik. Untunglah, Anda ingat dengan baik riwayat imunisasi anak Anda. Lebih baik lagi kartu imunisasi anak Anda disimpan dengan baik sehingga melalui kartu tersebut riwayat vaksinasi dapat dilihat secara lengkap.
Pada waktu pertolongan penatalaksanaan luka, di samping sifat luka-luka kecil dan bersih atau luka lain, dokter akan mempertimbangkan penatalaksanaan berdasarkan riwayat vaksinasi. Jika vaksinasi tetanus kurang dari tiga kali dan sifat luka misalnya kotor, selain pembersihan luka, mungkin akan diberikan juga suntikan tetanus immunoglobulin.

sumber : http://health.kompas.com/read/2011/10/03/06544460/Tertusuk.Paku.Takut.Anak.Kena.Tetanus
Sponsor :
> Download Program Penjualan Sederhana

Tidak ada komentar: