regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

Tarif Parkir Diusulkan Naik 400 Persen

Berita tanggal : 31/10/2011

JAKARTA (Pos Kota) – Upaya penanganan kemacetan selama berlangsungnya SEA Games XXVI terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Kali ini, giliran Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan kenaikan tarif parkir tepi jalan hingga 400 persen selama dihelatnya pesta olah raga dua tahunan tersebut.
Mengingat keberadaan parkir tepi jalan kerap menjadi biangkeladi kemacetan. Harga yang diusulkan yakni Rp10 ribu perjam untuk kendaraan roda empat dan Rp5 ribu perjam untuk kendaraan roda dua. “Kebijakan ini bisa diberlakukan di tengah kota dan gedung-gedung di sekitar venue,” ujar Ketua DTKJ, Azas Tigor Nainggolan, Minggu (30/10).
Menurut Tigor, kebijakan tersebut juga dilakukan China saat berlangsungnya Olimpiade Beijing 2008. “Pemerintah setempat saat itu memberlakukan kenaikan tarif parkir tepi jalan hingga 400 persen. Terbukti hal itu mampu mengurangi kepadatan lalu lintas.”
Lebih lanjut ia menambahkan jika kebijakan tersebut berhasil digunakan maka bisa dilanjutkan untuk mengatasi kemacetan di ibukota. “SEA Games untuk tahap uji coba saja, jika berhasil bisa dilanjutkan. Karena harusnya tarif parkir di Jakarta disesuaikan dengan zonasi,” ujarnya.
Menanggapi usulan ini, Kepala Dinas Perhubugan DKI Jakarta, Udar Pristono, mengatakan perlu kajian mendalam untuk menaikkan tarif parkir ini. Sehingga penekanan kemacetan selama SEA Games hanya memungkinkan melalui pengaturan arus lalu lintas dan pendampingan bagi kontingen. “SEA Games sudah dekat, kita hanya melakukan pangaturan dan pemanduan,” kata Pristono.
Ia menambahkan pihaknya telah mempersiapkan antisipasi kemacetan saat SEA Games. Salah satunya dengan menerapkan stiker untuk kendaraan kontingen. Kendaraan yang berstiker nantikan akan mendapat prioritas di jalan. “Mereka harus didahulukan, terlebih saat dipersimpangan,” tandasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, dalam penanganan kemacetan DTKJ telah sejak lama mengusulkan kenaikan tarif parkir tepi jalan. Yakni dengan sistem zonasi. Dimana semakin berada di pusat kota tarif parkir akan semakin mahal hingga lima kali lipat. Menurut Tigor, kebijakan ini akan mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi lantaran mahalnya tarif parkir.
Sementara itu, warga Kecamatan Tamansari meminta Pemprov DKI Jakarta, menertibkan perparkiran di Jl.Pancoran Kelurahan Pinangsia-Kelurahan Glodok karena perparkiran di sepanjang jalan itu digunakan sampai tiga lapis akibatnya setiap hari terjadi kemacetan.
“Pemprov DKI tidak pilih kasih melakukan tindakan terhadap kendaraan yang melanggar, seperti melakukan penggeobak motor dan mobil yang parkir tidak pada tempatnya. Sedang di Jl.Pancoran tidak pernah ada penertiban, meskipun kemacetan setiap hari terjadi akibat pelanggaran tersebut.”kata Wiliam, satu warga.
Selain itu upaya Pemprov DKI Jakarta menata Jl.Pancoran, Jakarta Barat, yang dilakukan beberapa tahun lalu menjadi sia-sia. Tampak kenadraan yang parkir sampai tiga lapis.
(herman/guruh/sir)

sumber :  http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/10/31/tarif-parkir-diusulkan-naik-400-persen
Sponsor :
> Download Program Penjualan Sederhana

Tidak ada komentar: