regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

Ilmuwan Ngotot Kirim Astronot ke Mars

Berita tanggal : 19/08/2011


Jakarta – NASA menghentikan program pesawat luar angkasanya dan meninggalkan rencana kembali ke bulan. Anehnya, badan ini makin berambisi mengirim astronot ke Mars.
Astronot NASA Rex Walheim yang merupakan salah satu kru yang tergabung dalam misi peluncuran pesawat luar angkasa terakhir mengatakan, mengirim manusia ke planet merah itu perlu dilakukan guna memastikan kebenaran adanya kehidupan di Mars.
“Ada banyak petunjuk yang telah dilihat menyatakan adanya potensi kehidupan di Mars. Satu-satunya cara mengetahui kebenaran hal tersebut yakni dengan pergi ke planet merah tersebut,” ujarnya di acara komunitas NASA di New York City.
Entah akan menemukan sistem planet serupa dengan Bumi, lanjutnya. “Atau malah lebih baik, kita akan mengetahui apakah benar ada kehidupan di Mars yang bisa dipelajari serta guna mengetahui apa yang terjadi pada kehidupannya,” lanjutnya lagi.
Ilmuwan planet NASA Joel Levine mengajukan pendapat yang sama dengan manyatakan mempertahankan rencana untuk kembali ke Mars ‘merupakan target yang paling mungkin untuk kehidupan di luar Bumi’.
Badan antariksa Amerika Serikat (AS) itu sendiri telah meluncurkan beberapa misi yang bertujuan memetakan, mengumpulkan gambar serta mengawasi kondisi yang terjadi di planet merah itu.
Menurut NASA, data yang dikumpulkan Mars Reconnaissance Orbiter, pesawat ruang angkasa yang mengorbit Mars, baru-baru ini menemukan bukti yang menunjukkan ‘kemungkinan air mengalir selama bulan-bulan terpanas di Mars’.
Selama di acara di New York yang sekaligus merayakan misi ruang angkasa terakhir pada Juli, Walheim dan tiga astronot lainnya dari misi Atlantis juga menawarkan sekilas aspek kehidupan yang ada di ruang angkasa.
Elmo dari Sesame Street yang saat itu mewawancarai para astronot meminta anggota kru menjelaskan apa yang mereka lakukan dengan pasta gigi saat menggosok gigi di gravitasi nol.
“Di ruang angkasa, Anda tak bisa meludah ke wastafel karena tak memiliki wastafel karena jika ada wastafel maka semuanya akan berantakan,” ujar spesialis misi Sandy Magnus. Beberapa astronot memilih meludah ke handuknya dan membiarkannya seperti itu, lanjutnya.
“Untuk saya, akan jauh lebih mudah dengan menelannya saja dan menyingkirkan dengan cara itu,” katanya. Meski begitu, tak semua astronot setuju cara ini dan beberapa rekan Magnus menimpali mengatakan tak ingin menelan pasta gigi.
Walheim menceritakan bagaimana 800 jam di ruang angkasa bisa mengubahnya. Ia mencatat, pengalaman memberinya apresiasi baru untuk kerapuhan kehidupan yang ada di Bumi. Jika Anda melihat tepi bumi, atmosfer bumi, itu hanya naik 16 sampai 32 kilometer, dan Anda akan menyadari, atmosfer sekecil itulah yang tetap menjaga manusia tetap hidup, katanya.
“Kita semua berada dalam pesawat ruang angkasa ini bersama-sama. Bumi merupakan pesawat ruang angkasa dan hanya ada sedikit hal yang membuat manusia tetap hidup,” tutupnya. [mdr]

sumber : inilah.com

Sponsor :
> Download Program Penjualan Sederhana

Tidak ada komentar: