regentrenaldo
VisitingCardBlogger

Saya Segera Kembali

Mohon maaf Blog Regent Renaldo sedang dalam perawatan. Untuk program penjualan sederhana dengan Microsoft Excel silakan kunjungi: www.NotaRG.com > The Blog of Property: MandiriSemesta.com

Kasus Gnanatillaka

Gnanatillaka, lahir pada 14 Februari 1956 di Kotamale, Sri Lanka. Kasus ini bermula pada tahun 1960 ketika dia baru berusia empat setengah tahun. Saat itu dia mengatakan, “Aku ingin bertemu ayah-ibuku.” , “Kami adalah orang tuamu,” ibunya menjelaskan.


“Bukan.” Bantah Gnanatillaka. “Aku ingin melihat ibu dan ayahku yang sebenarnya. Aku akan mengatakan dimana mereka tinggal. Tolong bawa aku ke sana.”


Gnanatillaka menjelaskan pada orang tuanya bagaimana mencapai rumah kediaman orang tua “sebenarnya”. Rumah yang dimaksud berada didekat perkebunan teh di Talawakele, sekitar tiga puluh mil dari tempat tinggal mereka.


Kedua orang tuanya mengabaikan cerita aneh putri mereka. Hari demi hari berlalu, dan Gnanatillaka terus-menerus minta dibawa menengok ayah-ibu sesungguhnya.


Cerita itu menyebar dengan cepat. Beberapa profesor dari Universitas Ceylon dan YM Piyadassi Maha Thera datang untuk mengetahui cerita tersebut. Mereka memutuskan untuk menyelidikinya, yang menceritakan ketika ia adalah seorang anak laki-laki bermana Tilakaratna. Mereka merekam seluruh pernyataannya. Sesuai dengan informasi yang diberikan, mereka mengajak Gnanatillaka mendatangai rumah yang dimaksudkannya.


Gnanatillaka belum pernah mendatangi rumah atau daerah tertentu yang digambarkannya dalam kehidupannya saat ini. Begitu pula kedua keluarganya tidak memiliki hubungan satu sama lain, sehingga tidak mengetahui keberadaan keluarga lainnya.


Ketika mereka memasuki rumah tersebut, Gnanatillaka memperkenalkan para profesor kepada tuan rumah. “Ini ayahku yang sebenarnya, dan ini ibuku.” Kemudian dia mengenalkan adik dan kakaknya. Dia menyebutkan nama tiap saudaranya dengan tepat.


Ketika kedua orang tua lampaunya diwawancarai, mereka menggambarkan perangkai dan kebiasaan anak laki-laki mereka yang telah meninggal pada 9 November 1954.


Pada saat Gnanatillaka melihat adik lampaunya, dia menghindar dan menolak berbicara dengannya. Selanjutnya orang tua lampaunya menjelaskan bahwa kedua anak itu selalu berkelahi dan bertengkar satu sama lain. Bisa jadi Gnanatillaka masih menyimpan dendam dari kehidupan sebelumnya.


Ketika kepala sekolah setempat mendengar cerita ini, dia pergi ke rumah itu untuk menyaksikannya sendiri. Saat dia memasuki rumah, Gnanatillaka memperkenalkannya sebagai gurunya. Bahkan dia mampu mengingat pelajaran dan pekerjaan rumah yang telah diberikan oleh gurunya semasa dia menjadi laki-laki pada kehidupan sebelumnya.


Gnanatillaka juga mampu menunjukan pekuburan dimana dia dimakamkan dalam kehidupan sebelum ini.


Kisah Gnanatillaka dengan cepat tersebar luas. Seorang peneliti spesialis dalam kasus-kasus kelahiran kembali, Dr. Ian Stevenson dari Universitas Virginia, terbang dari Amerika ke Sri Lanka untuk menyelidiki kasus ini. Setelah penyelidikannya, dia mengomentari bahwa kasus ini salah satu yang terbaik dari berbagai kasus sejenis, baik dari jelasnya perincian maupun dari sudut psikologis.


Sebuah buku menarik mengenai kasus Gnanatillaka telah diterbitkan dalam bahasa sinhala di Sri Lanka. Buku ini menyajikan foto-foto yang dikumpulkan sepanjang penyelidikan dokumenter.


Daftar Kasus-Kasus Aneh

Tidak ada komentar: